Permukaan

Semua ini untuk semua kata yang mulai hanyut tertembus malam.
Dan semua ini untuk semua rasa yang mulai malas untuk beranjak pulang.
Namun, seiring tertancapnya tombak waktu, tanpa harus merenung untuk berpikir, ini semua akan berangsur-angsur lepas dan kemudian menghilang.
 Semua seolah-olah telah memaksa kaki-kaki lelah mereka untuk terus melangkah.
Dan semua seolah-olah telah memaksa tubuh lemah mereka untuk terus membungkuk terbebani lelah.
Lagi, lagi, dan lagi-lagi mereka terjebak dalam kusamnya langit di antara cercah kejutan dari kehidupan dunia yang  sengit. Sang waktu bahkan tak bisa menghentikannya begitu saja. Begitu pula aku, kataku dan
serpihan asaku.
Selalu mencoba untuk berjalan mendekati arus air. Namun selalu terjatuh disaat yang sama.
Kadang, rintik-rintik harapan muncul di waktu yang salah. Membuat waktu yang berharga jadi tak takut untuk merasa kalah. Jauh, jauh, dan jauh sampai satu dari mereka hanyut dan tak lagi melihat titik permulaan. Dan saat itu, mereka akan melamun....,tersenyum...,menangis....,dan tertawa di saat yang sama. Semua tak lagi menjadi hitam..., atau putih. Mereka akan mulai berjalan di permukaan abu-abu yang gersang...,kusam....,dan tak menarik. Mereka akan melangkah, tapi tak melangkah. Dan berlari ,tapi tak berlari. Semua hanya akan menyisakan saat - saat yang sia-sia dimana jiwa-jiwa mereka tak lagi ingin untuk kembali.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

marvelous!!
:|]

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...